Jumat, 22 Januari 2010

KELEBIHAN & KEKURANGAN MESIN DIESEL

Mesin diesel lebih besar dari mesin bensin dengan tenaga yang sama karena konstruksi berat diperlukan untuk bertahan dalam pembakaran tekanan tinggi untuk penyalaan. Dan juga dibuat dengan kualitas sama yang membuat penggemar mendapatkan peninkatan tenaga yang besar dengan menggunakan mesin turbocharger melalui modifikasi yang relatif mudah dan murah. Mesin bensin dengan ukuran sama tidak dapat mengeluarkan tenaga yang sebanding karena komponen di dalamnya tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah.

Kekurangannya hanya terletak suara yang berisik juga pada bobot dan dimensi yang 2x lebih berat & besar dr mesin bensin, dikarenakan komponen mesin diesel yang di design kuat utk menahan kompresi tinggi, begitu juga akselerasi yang lemot namun bisa di perbaiki melalui penambahan Turbo ato Supercharger

Penambahan turbocharger atau supercharger ke mesin meningkatkan ekonomi bahan bakar dan tenaga. Rasio kompresi yang tinggi membuat mesin diesel lebih efisien dari mesin menggunakan bensin. Peningkatan ekonomi bahan bakar juga berarti mesin diesel memproduksi karbon dioksida yang lebih sedikit.

TEKNOLOGI DIESEL COMMON RAIL ( DIESEL MODERN )

Teknologi “Common Rail” bak dewa bagi mesin diesel modern. Dengan common rail, mesin diesel masuk ke mobil-mobil kelas eksklusif atau mobil-mobil premium seperti Jaguar dan BMW Seri 7. City car juga tidak luput dari godaan mesin diesel dengan teknologi terbaru tersebut.

Sebagai contoh, Fiat sudah berhasil membuat mesin diesel 1.300 cc bertenaga 70 hp dengan konsumsi bahan bakar 3-4 liter/100 km atau rata 25 km/liter. Jadi mesin diesel bukan lagi hanya milik komunitas truk dan bus berukuran besar atau alat-alat berat dan kapal.

Di Indonesia juga sudah ada beberapa ATPM menjajakan kendaraannya dengan mesin diesel common rail. Mulai dari double cab sampai minivan menengah, seperti Kijang Innova. Sayangnya, konsumen kendaraan bermesin diesel common rail kesulitan mendapatkan bahan bakar sesuai dengan standar yang telah ditentukan produsennya.

Pasalnya, Pertadex yang saat ini cuma dipasarkan oleh Pertamina, makin sulit diperoleh. Di samping itu, harganya paling mahal dibandingkan dengan bahan bakar minyak lain. Padahal di Jerman, bahan bakar diesel moderen di bawah harga bensin terbaik.

Karena itulah, konsumen rela merogoh kocek lebih banyak untuk mendapat kendaraan bermesin diesel. Sebab, setelah dua tahun, mereka akan kembali mendapatkan nilai ekonomisnya dibandingkan mobil bermesin bensin.

DIESEL VS BENSIN

Sebelum mendalami common rail, kita bahas dulu tentang mesin yang digunakan secara umum sekarang ini berdasarkan bahan bakar minyak. Untuk ini, hanya ada dua jenis, yaitu bensin dan diesel atau kita menyebutnya solar.

Di kalangan orang teknik, mesin diesel dikenal dengan CI (compression ignition) atau mesin dengan penyalaan kompresi. Sedangkan mesin bensin disebut SI (spark ignition), mesin dengan penyalaan bunga api (busi).

Pada mesin diesel, pembakaran dipicu oleh udara yang dimampatkan atau dikompresi di dalam silinder. Akibat pemampatan itu, tekanan udara menjadi sangat tinggi. Begitu juga suhunya, mencapai titik bakar solar. Karena itu, begitu solar disemprotkan ke udara itu, langsung terbakar. Dengan cara ini, mesin diesel tidak memerlukan sistem penyalaan atau percikan bunga api.

Untuk mendapatkan tekanan tingi itu, perbandingan kompresi harus tinggi. Untuk mesin diesel, berkisar 16 – 25: 1. Sedangkan mesin bensin 6 - 12 : 1. Perbandingan kompresi menentukan efisiensi kerja mesin. Makin tinggi perbandingan kompresi, lebih efisien sebuah mesin. Meski begitu, perbandingan kompresi tidak bisa ditentukan begitu saja. Harus juga mempertimbangkan sifat dan kualitas bahan bakar yang akan digunakan

DIESEL COMMON RAIL VS DIESEL KONVENSIONAL

Perbedaan antara mesin diesel modern, common rail dengan konvensional adalah cara memasok bahan bakarnya. Terutama, komponen yang berada antara pompa injeksi dan injektor. Ada dua komponen utama di sini, yaitu pompa injeksi atau mekanik awam menyebutnya Bosch pump dan injektor.



Skema sistem bahan bakar Diesel Konvensional



Skema bahan bakar Diesel Common Rail

Cara kerja common rail layaknya seperti konsep hidup bersama. Dalam hal ini, semua injektor yang bertugas memasok solar langsung ke dalam mesin, menggunakan satu wadah atau rel yang sama dari Pompa Injector. Caranya sama dengan yang digunakan pada sistem injeksi bensin. Sedangkan mesin diesel konvensional, setiap injektor memiliki pasokan solar sendiri-sendiri langsung dari pompa injeksi. (perhatikan skema)

Tekanan bahan bakar dalam rel sangat tinggi. Sekarang, yaitu common rail generasi ke-3, tekananya sudah mencapai 1800 bar. Kalau dikonversi ke PSI yang masih digunakan sekarang menjadi 26.100 PSI. Bandingkan dengan tekanan ban 30 PSI. Atau tabung elpiji 25 bar dan CNG 200 bar. Dengan tekanan setinggi tersebut, pengabutan yang dihasilkan tentu saja semakin bagus. Pembakaran yang dihasil menjadi lebih dan kerja mesin makin efisien. That's Why mesin Diesel Common Rail Direct Injection macem Ford Ranger/Nissan Navara/Chevrolet Captiva VCDI lebih terlihat minim asap hitam ketimbang mesin Diesel Jadul

Sesuai dengan perkembangan mesin Diesel, Para ahli mngembangkan sistem yang paling mutakhir pada mesin Diesel yakni yang dikenal dengan CRDI (Common Rail Direct Injection) teknologi ini telah digunakan oleh Chevrolet Captiva Diesel CRDI/VCDI dengan kapasitas mesin 2000cc 16 katup segaris memuntahkan tenaga 150 Daya Kuda pada kitiran 4000 Rpm dengan torsi max 320 Nm pada kitiran 2000 Rpm Wow! fantastis! tenaga besar namun efisien.


Bandingkan dengan versi mesin bensinnya 2400cc segaris 16 katup yg memuntahkan tenaga 142 Daya Kuda pada kitiran 5,200rpm and a torsi maksimum 220Nm pada putaran 4,000rpm.

Sumber
http://otomotif.kompas..com-wikipedi...Pub.com-Diesel World-www.hangtuah.com

10 komentar:

satanic baphomet mengatakan...

mesin diesel itu cuma kuat buat menanggung beban,karena torsi yang gede.tapi loyo di trek lurus.

Mesin Bensin meraung hebat kalo buat narik beban berat.tapi kalo udah di atas 5000rpm.melesat jauh kedepan.

Seperti contoh mitsubishi L300 mini van 2500cc VS honda jazz IDSI 1500cc.

kalo buat nanjak emang diesel L300 jagonya.tapi pas jalan datar.diasapin ama JAZZ yang mesinnya separoh lebih kecil dari L300.

Parlin blog mengatakan...

mesin diesel itu irit bahan bakar meskipun cc nya tinggi dari 2000cc-4000cc

Anonim mengatakan...

Jiah.. L300 mah diesel generasi 90-an..
Klo mo bandingin sama2 yg tahun 2000an dunk.. tuh Captiva CRDI Diesel atau Pajero Sport Dakkar VS Jazz iVTech..

vanvolkswagen mengatakan...

kalau mesin diesel mau jozzz
larinya ngacir kayak mesin bensin pasang HCS bos..
info HCS : 081586585137/Jeffrey

koplak mengatakan...

honda jazz malah jaful skrng... blm ada apa2nya sm navara, hilux, pajero, captiva. klo mau adil tandingsama vw hatchback jg, tuh yg dieropa cc nya 1500 tp diesel tenaga ampe 160dk. (pernah diulas di top gear tuh). honda jazz mah cuma 120dk itu saja kalahsm sx4 kok..jazz kelaut aje...

"Car Care" mengatakan...

yang penting meggunakan kendaraan sesuai dengan manfaatnya ya diesel cocok untuk negeri kita banyak medan yang kurang bagus alias jelek

Anonim mengatakan...

jazz vs L300 <- ha ha ha, alay bener yang ngomong, noh lawan captiva diesel yang 2000 cc aja (lebih kecil dari L300) bisa ngejar ga, atau L300 nya pakai Pajero Dakkar (blok mesinnya sama cuma sudah CRD+turbo)tenaga 178 dk torsi 350 Nm, itu sudah bukan lawannya jazz ,accord 2.4 juga bakalan kalah adu sprint

Anonim mengatakan...

Atau mo diadu hal laen boleh deh.. Tuh Jazz tahun paling baru aja, vs Panther lawas tahun 2002-an..
diadu nerjang banjir minimal 1/2 meter dengan jarak 500M.. Jazz mogok ga?

Anonim mengatakan...

kata sapa mesin diesel gak bisa banter??(yang gak tau brarti dheso)
,liat itu di amrik mobil nascarnya ada yang pake mesin diesel...

asal ente tau diesel lawas masih makek sistim 2klep per silinder.
wajar kalah cz jazz kan dh pake sistem DOHC.
(itu sama ajah anda membandingkan antara cbr150 vs tiger=beda spek/pastinya beda power)


Anonim mengatakan...

Teman2 sekalian, semuanya it di ciptakan sesuai dengan kebutuhan masing2..
Pasti ada kelebihan dan kekuranganya masing2.. Kelebihan mesim diesel memang lebih gsmpsng membawa beban yang berat akan tetapi getaran di dalam mobil yang bermesin diesel sangat terasa beda dngam bensin...
Dan begitu jga dngan bensin pasti memiliki kekurangan dan tidak memiliki apa yang dimiliki diesel